SULUTNEWSTV.com, MANADO – PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Utara Gorontalo (Bank SulutGo/BSG) memperluas jangkauan literasi dan inklusi keuangan melalui Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN) 2026 yang menyasar siswa penyandang disabilitas di Kota Manado.
Bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Utara dan Gorontalo, BSG menggelar edukasi keuangan bagi siswa dan tenaga pendidik di SLB Cahaya Kasih, Kelurahan Bengkol, Kecamatan Mapanget, Manado, Kamis (8/10/2026).
Kegiatan ini diikuti puluhan siswa dan guru pendamping dari empat sekolah, yakni SLB Cahaya Kasih, SLB Anugerah, SLB Nasareth Tuminting, dan SLB Bartemeus.
Melalui program tersebut, BSG mendorong pengenalan pengelolaan keuangan sejak dini, termasuk kebiasaan menabung yang aman dan sesuai dengan kebutuhan anak-anak penyandang disabilitas.
Direktur Operasional Bank SulutGo, Louisa Parengkuan, mengatakan BSG sebagai Campaign Manager GENCARKAN di tingkat Provinsi Sulawesi Utara berkomitmen menghadirkan edukasi dan layanan perbankan yang semakin inklusif.
“Setiap anak lahir dengan keistimewaan dan potensi luar biasa. Melalui GENCARKAN, kami ingin mengenalkan kebiasaan menabung yang aman dan menyenangkan lewat produk khusus seperti Tabungan SimPel (Simpanan Pelajar),” ujar Louisa.
Ia menjelaskan, komitmen BSG terhadap inklusi keuangan juga diwujudkan melalui peningkatan aksesibilitas sarana kantor cabang serta kesiapan petugas layanan atau frontliner, sehingga penyandang disabilitas dapat memperoleh layanan perbankan dengan nyaman.
Dalam kegiatan tersebut, para siswa mendapatkan materi edukasi keuangan dari Eunike Gratia Marentek dari OJK. Acara juga dirangkaikan dengan penyerahan simbolis buku tabungan SimPel dan bantuan edukasi, serta kuis interaktif yang melibatkan para peserta.
Kegiatan ini turut mendapat dukungan Pemerintah Kota Manado. Staf Ahli Wali Kota Manado, Frangky J. Porawouw, S.H., yang hadir mewakili Wali Kota, mengapresiasi kolaborasi BSG dan OJK dalam memperluas akses edukasi keuangan bagi kelompok penyandang disabilitas.
Menurut Frangky, pemahaman pengelolaan keuangan sejak dini merupakan hak setiap warga negara dan menjadi bekal penting untuk membangun kemandirian finansial. Sementara itu, Deputi Direktur OJK SulutGo, Budiman Siahaan, menegaskan pentingnya edukasi keuangan bagi komunitas disabilitas sebagai bagian dari upaya mewujudkan inklusi keuangan yang berkeadilan. Lembaga jasa keuangan juga didorong menyediakan akses layanan yang aman, terjangkau, dan memadai bagi penyandang disabilitas.
Hadir dalam kegiatan tersebut Pemimpin Corporate Secretary Bank SulutGo Heince J. Rumende, Pemimpin Cabang Calaca Broery Jacobus, Pemimpin Departemen Public Relation BSG Ivone D. Goni, serta pemilik Yayasan SLB Cahaya Kasih, Antonius Stevanus Sompotan.(*/gabby)
















