LPS Media Meet Up di Sulut, Dorong Kesadaran Finansial Ditengah Kemudahan Transaksi Digital

Unknown's avatar
banner 120x600

SULUTNEWSTV.com, MANADO – Kemudahan transaksi digital tidak hanya mengubah cara masyarakat menggunakan uang, tetapi juga mempengaruhi perilaku dan pengambilan keputusan finansial. Tanpa disadari, transaksi yang berlangsung cepat dan praktis dapat membuat seseorang lebih mudah berbelanja secara impulsif, bahkan menjadikan belanja sebagai pelarian dari stres.

Hal tersebut menjadi salah satu sorotan dalam kegiatan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Media Meet Up bersama insan pers Sulawesi Utara yang digelar di Frangipany Room, Hotel Sintesa Peninsula Manado, Kamis (22/10/26).

Dalam kegiatan bertema “Diskusi, Komunikasi dan Kolaborasi Media dalam Pengembangan Literasi Keuangan” tersebut, psikolog klinis sekaligus hipnoterapis, Hanna Monareh, M.Psi., hadir sebagai narasumber dengan membawakan materi mengenai psikologi uang di era digital.

Melalui penyampaian yang interaktif, Hanna mengajak para jurnalis memahami hubungan antara kondisi emosional, kebiasaan berbelanja, dan kemampuan mengambil keputusan keuangan secara bijak.

Menurutnya, perubahan dari penggunaan uang fisik ke transaksi digital membuat pengeluaran terasa kurang nyata. Ketika pembayaran cukup dilakukan melalui telepon genggam, seseorang terkadang tidak merasakan secara langsung berkurangnya uang yang dimiliki.

“Kondisi tersebut dapat mendorong perilaku konsumtif apabila tidak diimbangi dengan kesadaran dan pengendalian diri. Menuntut kesadaran emosional terhadap kebiasaan belanja sebagai pelarian stres,” ucap Hanna.

Hanna menekankan pentingnya mengenali dorongan emosional sebelum melakukan transaksi. Belanja yang dilakukan untuk meredakan tekanan psikologis, menurut materi yang dibahas, perlu disadari agar tidak berkembang menjadi kebiasaan yang merugikan kondisi keuangan.

Ia juga mengingatkan para jurnalis untuk menerapkan jeda sadar sebelum membeli sesuatu. Dengan memberikan waktu bagi diri sendiri untuk berpikir, seseorang dapat menilai apakah barang yang ingin dibeli benar-benar dibutuhkan atau hanya didorong oleh keinginan sesaat. Selain belanja impulsif, Hanna menyoroti fenomena Fear of Missing Out (FOMO), yakni rasa takut tertinggal dari tren atau peluang yang sedang ramai diperbincangkan.

Dalam dunia investasi digital, FOMO dapat mendorong seseorang mengambil keputusan finansial secara terburu-buru tanpa mempertimbangkan risiko, tujuan investasi, dan kemampuan keuangannya.

Karena itu, ia mengajak peserta untuk lebih berhati-hati dalam merespons tren investasi serta tidak mengambil keputusan hanya karena mengikuti orang lain. Suasana diskusi berlangsung interaktif melalui sesi berbagi pengalaman dan pembahasan mengenai kebiasaan finansial dalam kehidupan sehari-hari. Pada akhir pemaparan, Hanna turut mengajarkan teknik meditasi sederhana untuk membantu peserta menenangkan diri dan meningkatkan kesadaran sebelum mengambil keputusan.

Sementara itu, Deputi Kepala Kantor Perwakilan LPS Wilayah III Sulawesi, Maluku, dan Papua (Sulampua), Prayitno Amigoro, menyampaikan bahwa kegiatan Media Meet Up menjadi ruang untuk mempererat hubungan sekaligus membangun komunikasi dan kolaborasi antara LPS dan insan pers di Sulawesi Utara.

Ia berharap pertemuan tersebut dapat menambah wawasan jurnalis mengenai LPS, sekaligus memperluas pemahaman terhadap berbagai persoalan yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat, termasuk perilaku keuangan di luar aspek teknis sektor keuangan.

Menurutnya, sinergi dengan media memiliki arti penting dalam mendukung penyebarluasan informasi dan pengembangan literasi keuangan kepada masyarakat.

Pada akhir kegiatan, Prayitno menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para jurnalis atas hubungan kerja sama yang telah terjalin dengan LPS. Ia berharap komunikasi dan kolaborasi tersebut dapat terus dipertahankan serta ditingkatkan pada masa mendatang.Melalui kegiatan ini, LPS tidak hanya mempererat kemitraan dengan media, tetapi juga membuka ruang diskusi mengenai pentingnya kesadaran finansial di tengah perkembangan teknologi digital.

Pemahaman terhadap perilaku diri sendiri menjadi salah satu bekal bagi jurnalis untuk mengambil keputusan keuangan secara lebih bijak sekaligus menyampaikan informasi literasi keuangan kepada masyarakat.(*/gabby)

Leave a Reply

Discover more from www.sulutnewstv.com

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading