Minut – Upaya penanggulangan penyakit Tuberkulosis atau TBC, menjadi perhatian serius Pemerintah Desa Lembean.
Berkolaborasi dengan Puskesmas Kauditan, aksi penanggulangan TBC ini diimplementasikan melalui kegiatan Gerakan Bersama Penguatan Desa Siaga TBC, Kamis (9/7/2026), di Balai Desa Lembean, Kecamatan Kauditan.
Asisten II Kabupaten Minahasa Utara (Minut), Robby Parengkuan S.H yang saat itu mewakili Bupati Jiune Ganda berkata, Pemerintah Pusat telah menargetkan Indonesia bebas TBC dan upaya untuk itu sudah dilakukan sejak Tahun 2020 .
“upaya penanggulangan TBC oleh pemerintah Indonesia dilakukan sejak Tahun 2020. Dan ditargetkan Infonesia bebas TBC Tahun 2050,” ucap Roby.
Dia juga menjelaskan, upaya penanggulangan TBC merupakan tangungjawab bersama yang menempatkan warga sebagai pelaku utama untuk pengendalian dan pencegahan penyakit tersebut.
“Pengobatan tentunya punya tantangan. Senergitas dari berbagai pihak adalah langka strategis yang berkelanjutan.” Katanya sembari mengampaikan harapannya supaya masyrakat Lembean bisa bergotong royong dalam mendorong penanganan TBC.
Di tempat yang sama, Kadis Kesehatan Minut, Drs. Alan Mingkid berujar, penyakit TBC merupakan penyakit menular.
Senada dengan ucapan Robby Parengkuan, upaya pemerintah pusat sudah ada dan itu menjadi salah satu program Presiden pda bidang kesehatan.
Berdasarkan keterangan Kadis saat itu, di Kabupaten Minahasa Utara ada beberapa Faskes yang memiliki alat khusus untuk mendetekasi TBC.
Dia berharap, peralatan yang ada dapat dimanfaatkan masyarakat ketika merasa ada gejala seperti batuk yang berkepanjangan dan gejala lainnya.
Faskes yang dimaksud Kadis Kesehatan adalah, Puskes Kauditan, Kema, Tatelu, dan RS. MWM.
Hadir juga saat itu, Camat Kauditan Filma Anthoni S.H, Kapus Kauditan, dr. Theresia Tiow. (*Mrio)



















