Minut – Penutupan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-XXXI Tingkat Provinsi Sulawesi Utara di Alun-alun Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara, Jumat (10/7/2026), mendapat apresiasi khusus dari Kementerian Agama.
Kepala Kantor Wilayah Kemenag Sulut, Dr. H. Ulyas Taha, M.Pd menyebut Minahasa Utara berhasil menjadi contoh nyata pelaksanaan moderasi beragama di Sulawesi Utara.
“Kemenag dan Menteri Agama RI memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara. Keberhasilan ini bukan hanya soal teknis penyelenggaraan, tapi juga menjadi bukti nyata moderasi beragama,” tegas Ulyas saat menutup kegiatan secara resmi.
Menurutnya, salah satu simbol kuat moderasi di Minut terlihat dari kepanitiaan. Seorang tokoh Kristiani, Asisten I Umbase Mayuntu, dipercaya sebagai Ketua Panitia MTQ tingkat provinsi. Sementara pada perayaan Natal 2024, panitia justru dipimpin tokoh Muslim.
“Ini wajah Sulawesi Utara. Saling percaya, saling menghargai, dan bekerja sama tanpa melihat perbedaan. Minut telah membumikan nilai Al-Qur’an sekaligus merawat ‘Torang Samua Basudara’,” lanjut Ulyas.
Ketua Panitia Umbase Mayuntu menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada Minut sebagai tuan rumah. Ia menyebut dukungan penuh dari Bupati Dr. Joune Ganda, Wakil Bupati Kevin Lotulung, dan Sekda Novly Wowiling menjadi kunci suksesnya kegiatan.
“Dengan persiapan hanya 5 hari, Alhamdulillah seluruh rangkaian berjalan aman dan tertib. Semoga semangat kebersamaan ini terus terjaga,” ujar Umbase.
Pada penutupan tersebut, Sekretaris Dewan Hakim Dr. H. Hamka Dondo, M.Pd.I menetapkan Kota Kotamobagu sebagai Juara Umum MTQ XXXI Sulut 2026 dengan 220 poin. Disusul Kabupaten Minahasa Utara 215 poin dan Kota Manado 190 poin.
Ketua Umum LPTQ Sulut, Drs. H. Iskandar Kamaru, S.Pt., M.Si yang juga Bupati Bolsel, menambahkan bahwa para juara 1 akan dipersiapkan mengikuti MTQ Tingkat Nasional di Semarang, 11-20 September 2026.
Mewakili Bupati Minut, Asisten III Drs. Yossy Kawengian berharap nilai-nilai Al-Qur’an yang didapat selama MTQ dapat diamalkan dan memperkuat kerukunan di Sulut.
Penutupan MTQ XXXI di Minut akhirnya menegaskan satu pesan: syiar Islam dan moderasi beragama bisa berjalan beriringan untuk membangun daerah yang damai.
Apresiasi Kemenag RI kepada Pemkab Minut diserahkan langsung oleh Kakanwil Kemenag Sulut pada malam penutupan. (*Mrio)



















