SULUTNEWSTV.com, MANADO – PT Bank SulutGo (BSG) memperkuat strategi peningkatan literasi dan inklusi keuangan melalui empat langkah utama, yakni edukasi keuangan, digitalisasi layanan, kolaborasi ekosistem serta penguatan pembiayaan.
Hal tersebut disampaikan Direktur Umum BSG Joubert Dondokambey dalam kegiatan Media Update, Rabu (19/8/2026). Strategi tersebut menjadi bagian dari upaya BSG memperluas akses sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap layanan dan produk keuangan.
Joubert menjelaskan, dari sisi edukasi, BSG menjalankan program perluasan pembukaan rekening di sekolah dan kampus melalui Bank Goes To School. Edukasi juga menyasar komunitas UMKM, petani dan nelayan melalui program Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN).
“Strategi kami tidak hanya membuka akses terhadap layanan perbankan, tetapi juga memberikan edukasi kepada masyarakat agar semakin memahami dan mampu memanfaatkan layanan keuangan,” ujar Joubert.
BSG juga memberikan perhatian terhadap literasi keamanan digital melalui kampanye mengenai kejahatan siber. Langkah ini dinilai penting seiring dengan semakin berkembangnya penggunaan layanan perbankan berbasis digital.
Pada aspek digitalisasi layanan, BSG terus mengaktivasi berbagai produk dan layanan digital seperti BSGtouch, BSGQRIS dan BSGdirect.
Digitalisasi juga diarahkan untuk mendukung integrasi layanan pemerintah daerah, khususnya penerimaan pajak dan retribusi serta belanja daerah melalui ekosistem SIPD-RI dan Siskeudes.
“Digitalisasi menjadi bagian penting dalam memperluas inklusi keuangan. Masyarakat harus semakin mudah mengakses layanan perbankan, sementara pemerintah daerah juga dapat memanfaatkan ekosistem digital untuk mendukung transaksi dan pelayanan,” jelasnya.
Selain itu, BSG memperkuat kolaborasi ekosistem dengan berbagai pihak. Dalam materi strategi BSG, kolaborasi tersebut mencakup dukungan terhadap Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD-OJK) dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD-BI).
Pada sektor pembiayaan, BSG mendorong pembiayaan KUR BOHUSAMI serta kerja sama Pengembangan Ekonomi Daerah (PED), yakni pola kemitraan yang berfokus pada komoditas unggulan di masing-masing daerah.
Joubert mengatakan, pendekatan berbasis potensi daerah menjadi penting agar akses pembiayaan dapat memberikan dampak langsung terhadap pengembangan ekonomi masyarakat.
“Pembiayaan kita arahkan agar dapat mendukung potensi ekonomi di masing-masing daerah, termasuk komoditas unggulan. Dengan begitu, akses keuangan diharapkan dapat ikut mendorong aktivitas ekonomi masyarakat,” katanya.
Dalam pelaksanaan GENCARKAN sepanjang 2026, BSG mencatat telah melaksanakan berbagai kegiatan edukasi yang menyasar nelayan, petani, UMKM, pelajar, masyarakat dan komunitas lainnya di Sulawesi Utara dan Gorontalo.
Berdasarkan data BSG, hingga Agustus 2026 terdapat 16 kegiatan GENCARKAN dengan total 1.800 peserta. Kegiatan tersebut antara lain dilaksanakan di Minahasa Utara, Bitung, Kotamobagu, Pohuwato, Boalemo, Minahasa Tenggara, Bolaang Mongondow Selatan, Bolaang Mongondow Timur, Minahasa, Bone Bolango, Bolaang Mongondow, Bolaang Mongondow Utara, Tomohon, Minahasa Selatan dan Gorontalo Utara.
Menurut Joubert, perluasan edukasi tersebut akan terus dilakukan dengan menyasar kelompok masyarakat yang memiliki kebutuhan terhadap akses dan pemahaman layanan keuangan.
“Ke depan, edukasi dan inklusi keuangan akan terus kami dorong melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, sehingga semakin banyak masyarakat yang mendapatkan akses sekaligus memahami manfaat layanan keuangan,” pungkasnya.
Melalui empat strategi tersebut, BSG menargetkan peningkatan literasi dan inklusi keuangan tidak hanya berhenti pada peningkatan akses rekening atau penggunaan produk perbankan, tetapi juga memberikan kontribusi terhadap penguatan ekonomi daerah dan kesejahteraan masyarakat.(*/gabby)

















