SULUTNEWSTV.com, AIRMADIDI – PT Daya Adicipta Wisesa (DAW) menggelar Seminar Safety Riding 2026 di Universitas Klabat (UNKLAB), Kamis (24/9/2026). Mengusung tema “Secangkir Kopi, Sejuta Mimpi”, kegiatan ini mengajak mahasiswa menghubungkan gaya hidup anak muda dengan pentingnya keselamatan dalam berkendara.
Seminar tersebut menghadirkan tiga narasumber dari bidang berbeda, yakni Plt. Kanit Kamsel Satlantas Polresta Manado IPDA Billova Golose, Leader Marketing Event Branding Allure Cafe Rivaldo Abraham, serta Instruktur Safety Riding PT Daya Adicipta Wisesa (DAW) Andhika Reynold Salindeho.
Dalam kegiatan itu, peserta tidak hanya mendapatkan edukasi mengenai keselamatan berlalu lintas, tetapi juga diajak melihat budaya minum kopi sebagai bagian dari aktivitas sosial dan ruang membangun relasi di kalangan generasi muda.
Rivaldo Abraham mengatakan, perkembangan budaya ngopi membuat coffee shop tidak lagi sekadar menjadi tempat menikmati minuman. Menurutnya, tempat tersebut telah berkembang menjadi ruang bagi anak muda untuk bertemu, bertukar cerita, membangun jaringan, hingga melahirkan berbagai ide dan peluang.
“Kopi itu bukan hanya tentang apa yang ada di dalam cangkir, tetapi juga tentang apa yang terjadi di baliknya. Dari secangkir kopi, kita bisa bertemu dengan orang baru, bertukar cerita, membangun networking, bahkan menemukan peluang dan ide-ide baru,” ujar Rivaldo.
Ia menilai, aktivitas tersebut menjadi bagian dari gaya hidup mahasiswa yang tengah membangun relasi sekaligus mengejar berbagai cita-cita.
“Kadang kita tidak pernah tahu, dari satu meja kopi bisa lahir satu ide, satu pertemanan, bahkan satu peluang besar. Jadi kalau kita bicara ‘Secangkir Kopi, Sejuta Mimpi’, saya melihat kopi sebagai ruang untuk connect, communicate, dan create something together,” tambahnya.
Sementara itu, Andhika Reynold Salindeho mengingatkan mahasiswa agar aktivitas dan mobilitas yang tinggi tidak membuat aspek keselamatan diabaikan.
Menurutnya, generasi muda memiliki banyak kegiatan dan tujuan yang ingin dicapai sehingga kondisi fisik sebelum berkendara perlu menjadi perhatian.
“Anak muda memiliki banyak aktivitas dan tentunya banyak mimpi yang ingin dicapai. Namun, dalam perjalanan mengejar mimpi tersebut, keselamatan harus tetap menjadi prioritas,” kata Andhika.
Ia juga mengingatkan pengendara untuk tidak memaksakan diri ketika tubuh berada dalam kondisi lelah atau mengantuk.
“Ketika tubuh sudah lelah atau mengantuk, jangan memaksakan diri untuk berkendara. Kenali kondisi diri dan ambil keputusan yang aman,” tegasnya.
Melalui seminar tersebut, DAW mendorong mahasiswa untuk menjadikan keselamatan berkendara sebagai bagian dari gaya hidup. Pesan yang dibawa tidak berhenti pada bagaimana menikmati aktivitas dan membangun relasi, tetapi juga memastikan setiap perjalanan menuju cita-cita dilakukan dengan aman.
Dengan demikian, tema “Secangkir Kopi, Sejuta Mimpi” menjadi ruang untuk mengaitkan interaksi, kreativitas, relasi, dan mobilitas anak muda dengan kesadaran keselamatan di jalan.(*/gabby)
















