Di Balik 311 Laporan Kebakaran Manado, Ada Nyawa yang Dikejar Waktu

Unknown's avatar
banner 120x600

SULUTNEWSTV.com, MANADO — Musim kemarau belum juga beranjak dari Kota Manado.Udara terasa semakin panas. Debit air terus menurun. Rumput dan lahan mengering. Di tengah kondisi tersebut, ancaman kebakaran datang berulang.Hampir setiap hari, laporan masuk ke layanan darurat Pemerintah Kota Manado.

Data Call Center 112 Manado mencatat, laporan kebakaran terus meningkat sejak Juni 2026. Hingga 18 September 2026, jumlahnya telah mencapai 311 laporan.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Manado, Noviyanti Mongkau, S.E., mengatakan peningkatan laporan tersebut terjadi dalam beberapa bulan terakhir.

“Laporan kebakaran yang diterima oleh Call Center 112 Manado menunjukkan peningkatan setiap bulannya mulai dari Juni hingga per hari ini, 18 September 2026, terdapat 311 laporan kebakaran,” ungkap Noviyanti.

Angka itu bukan sekadar deretan data.

Di balik setiap laporan, ada api yang harus segera dipadamkan, rumah yang harus diselamatkan, lingkungan yang harus diamankan, dan kemungkinan adanya manusia yang membutuhkan pertolongan.

Karhutla, kebakaran sampah hingga kebakaran bangunan menjadi bagian dari situasi yang harus dihadapi petugas.

Ketika kondisi lingkungan semakin kering, api lebih mudah menyala dan menjalar.Dan ketika telepon darurat berdering, waktu menjadi sesuatu yang sangat berharga.

Ketika Sirene Berbunyi

Di salah satu Pos Pemadam Kebakaran Kota Manado, Kecamatan Mapanget, seorang petugas menjalani rutinitas yang tidak pernah benar-benar bisa ditebak.

Namanya Hilario Mario Anlo.

Namun masyarakat lebih mengenalnya sebagai “Om Damkar.”

Tidak ada jabatan istimewa di balik nama tersebut.

Ia adalah seorang staf Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Manado yang memilih mengabdikan dirinya di pekerjaan yang setiap hari berhadapan dengan risiko.

Perjalanannya dimulai pada Maret 2021 ketika bergabung sebagai tenaga honorer.

Empat tahun kemudian, pada 2025, ia resmi diangkat menjadi Aparatur Sipil Negara.

Bagi Mario, menjadi petugas pemadam kebakaran bukan sekadar pekerjaan.

Ada kesempatan untuk memberikan manfaat secara langsung kepada masyarakat.

“Saya bangga menjalani pekerjaan sebagai ASN, apalagi terkait dengan menyelamatkan nyawa orang,” katanya.

Namun menjadi pemadam kebakaran berarti bersiap menghadapi situasi yang tidak selalu bisa diprediksi.

Ketika laporan masuk, tidak ada waktu untuk menunggu.

Perlengkapan disiapkan. Armada bergerak. Air sudah tersedia di dalam kendaraan agar petugas tidak perlu membuang waktu sebelum menuju lokasi.

Titik kejadian biasanya dibagikan melalui peta dalam grup koordinasi WhatsApp.

Kemudian sirene dinyalakan.Mereka berangkat.

Bukan Sekadar Mengejar Api

Bagi masyarakat, sirene mungkin hanya berarti satu hal: mobil pemadam kebakaran sedang melintas.

Bagi petugas, perjalanan menuju lokasi justru sudah menjadi bagian dari risiko.

Kemacetan bisa menghambat perjalanan.

Jalan sempit dapat menyulitkan armada masuk.

Kabel listrik yang melintang juga menjadi ancaman.

Tetapi yang paling sering berada di kepala petugas bukan soal bagaimana api akan dipadamkan.

Melainkan satu pertanyaan:Apakah masih ada orang yang terjebak di dalam?

“Yang ada di pikiran kami, ada orang yang terjebak dan perlu diselamatkan. Kami harus cepat-cepat ke lokasi,” kata Mario.

Kecepatan menjadi penting karena kondisi di lapangan dapat berubah dalam hitungan menit.

Laporan awal bisa menyebut kebakaran kecil.

Namun ketika petugas tiba, api sudah menjalar dan mendekati rumah warga.

Mario pernah mengalami kondisi seperti itu ketika menerima laporan kebakaran alang-alang.

Awalnya api masih kecil.

Ketika petugas tiba, api telah menjalar hingga mendekati rumah warga.

Dalam kondisi seperti itu, keberanian saja tidak cukup.

Petugas harus memiliki kemampuan, kesiapan dan pelatihan untuk menghadapi situasi yang berubah cepat.

“Kami tidak jago menghadapi kebakaran, tetapi kami terlatih untuk menghadapi kebakaran,” ujarnya.

Nama “Om Damkar” dan Pintu Komunikasi dengan Warga Nama “Om Damkar” sendiri lahir dari sesuatu yang sederhana.

Sebelumnya, Mario menggunakan nama pribadinya, “Mario Anlo”, di media sosial.

Namun sang istri sering memberikan semangat dengan kalimat sederhana:

“Semangat Om Damkar.”

Kalimat itu kemudian menjadi inspirasi.

Sejak 2025, ia mengganti nama akun media sosialnya menjadi “Om Damkar”.

Dari sana, nama tersebut perlahan dikenal masyarakat.

Ia rutin membagikan foto dan video aktivitas petugas pemadam kebakaran ketika menangani kebakaran di berbagai lokasi.

Media sosial membuat jarak antara petugas dan masyarakat terasa lebih dekat.

Masyarakat bisa melihat aktivitas petugas yang sebelumnya mungkin hanya dikenal melalui suara sirene dan seragam merah.

Tetapi kedekatan itu juga menghadirkan persoalan baru.

Di era media sosial, sebuah kebakaran bisa viral hanya dalam hitungan menit.

Foto dan video beredar.

Warga menandai akun “Om Damkar”.

Harapannya sederhana: petugas segera datang.

Namun, bagi petugas, unggahan di media sosial bukanlah pengganti laporan darurat resmi.

Di sinilah Mario melihat pentingnya masyarakat mengetahui jalur yang tepat ketika menghadapi keadaan darurat.

“Jangan dulu diunggah di media sosial, langsung hubungi kami di Layanan Call Center 112, bebas pulsa,” katanya.

Laporan yang masuk ke Call Center 112 akan diterima operator selama 24 jam.

Informasi tersebut kemudian diteruskan kepada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Manado atau perangkat daerah terkait untuk ditindaklanjuti sesuai kondisi darurat.

Bagi petugas, informasi yang cepat dan tepat jauh lebih penting daripada informasi yang lebih dulu viral.

Sebab dalam keadaan darurat, beberapa menit dapat mengubah kondisi ketika petugas tiba di lokasi.

Ketakutan yang Harus Dikalahkan Seragam pemadam kebakaran, helm, selang dan armada merah sering kali membuat petugas terlihat seperti sosok tanpa rasa takut.

Padahal tidak demikian.

Mario mengakui rasa takut tetap ada setiap kali memasuki situasi berbahaya.

Api tidak pernah bisa dianggap remeh.Asap dapat membatasi pandangan.

Suhu panas dapat berubah menjadi ancaman.

Bangunan yang terbakar juga dapat mengalami kerusakan struktur sewaktu-waktu.

Namun ada sesuatu yang menurut Mario lebih kuat daripada rasa takut itu.

Keinginan untuk menyelamatkan nyawa.

“Rasa takut saya dikalahkan oleh keinginan saya untuk menyelamatkan nyawa,” katanya.

Kalimat itu bukan sekadar slogan.

Ada pengalaman yang membuatnya memahami bahwa pekerjaan seorang pemadam kebakaran tidak selalu berakhir dengan keberhasilan menyelamatkan semua orang.

Mega Mal dan Satu Kejadian yang Tak Terlupakan

Salah satu peristiwa yang paling membekas bagi Mario adalah kebakaran di Mega Mal Manado pada Sabtu, 16 Mei 2026.

Dalam peristiwa tersebut, satu orang karyawan meninggal dunia.

Mario mengungkapkan, saat kejadian masih ada korban yang berada di dalam bangunan.

Naluri sebagai petugas membuat keinginan untuk masuk dan melakukan penyelamatan begitu besar.

Tetapi situasinya tidak memungkinkan.

Akses menuju korban telah tertutup kobaran api.

Di titik itu, keberanian tidak serta-merta membuat seorang petugas bisa melakukan apa yang diinginkannya.

Ada kondisi lapangan yang harus diperhitungkan.

Ada risiko keselamatan petugas.

Dan ada batas yang tidak bisa ditembus begitu saja.

Bagi Mario, justru ketidakmampuan untuk mencapai korban itulah yang membuat kejadian tersebut begitu membekas.

Bukan hanya karena besarnya kebakaran.

Tetapi karena ada seseorang yang membutuhkan pertolongan dan pada saat itu tidak bisa diselamatkan.

Di Antara Apresiasi dan Cacian

Pekerjaan sebagai pemadam kebakaran juga membawa beragam respons masyarakat.

Ada warga yang mengucapkan terima kasih setelah api berhasil dipadamkan.

Ada pula yang memberikan apresiasi ketika petugas berhasil menyelamatkan seseorang.

Respons seperti itu menjadi penyemangat.

“Ketika ada yang berterima kasih kepada kami, kami bersyukur. Artinya, masih ada orang yang peduli dengan pemadam,” ujarnya.

Namun tidak selamanya demikian.

Kritik bahkan cacian juga terkadang diterima ketika penanganan di lapangan tidak sesuai harapan masyarakat.

Bagi Mario, itu merupakan bagian dari risiko pekerjaan.

“Sudah biasa. Itu memang risiko pekerjaan kami,” katanya.

Ia memilih tetap menjalankan tugas.

Sebab bagi petugas pemadam kebakaran, setiap laporan berarti ada sesuatu yang harus segera dilakukan.

Jangan Tunggu Api Membesar Dengan kondisi cuaca yang panas dan kemarau yang berkepanjangan, kewaspadaan masyarakat menjadi semakin penting.

Pencegahan kebakaran tidak hanya bergantung pada petugas pemadam.

Masyarakat memiliki peran yang sama pentingnya.

Membakar sampah sembarangan dapat memicu kebakaran.

Instalasi listrik yang tidak aman juga dapat menjadi sumber bahaya.

Kompor dan peralatan yang menghasilkan panas perlu dipastikan sudah dimatikan setelah digunakan.

Hal-hal yang terlihat sederhana tersebut justru dapat menjadi langkah awal untuk mencegah api muncul.

Dan jika kebakaran benar-benar terjadi, Mario berharap masyarakat tidak menunggu sampai api membesar untuk mencari pertolongan.

Jangan menunggu video menjadi viral.

Jangan menunggu warga lain melapor.

Segera hubungi Call Center 112 Manado.

Sebab bagi petugas seperti Mario, yang paling dibutuhkan bukanlah kebakaran yang viral.

Yang dibutuhkan adalah informasi yang cepat, lokasi yang jelas dan kesempatan untuk tiba sebelum semuanya terlambat.

Di tengah 311 laporan kebakaran yang masuk hingga 18 September 2026, mungkin tidak semua orang mengetahui siapa yang berada di balik sirene.

Namun setiap kali armada merah bergerak, ada manusia di dalamnya.

Manusia yang juga memiliki rasa takut.

Manusia yang tahu dirinya bisa terluka.

Tetapi tetap memilih bergerak ketika orang lain membutuhkan pertolongan.

Namanya Hilario Mario Anlo.

Di media sosial, masyarakat mengenalnya sebagai Om Damkar.

Dan ketika sirene kembali berbunyi, ia bersama rekan-rekannya akan kembali bergerak.

Bukan untuk menjadi pahlawan.

Melainkan karena di ujung laporan kebakaran, selalu ada kemungkinan seseorang sedang menunggu untuk diselamatkan.(*)

Leave a Reply

Discover more from www.sulutnewstv.com

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading