Manado  

Hadapi Dampak El Niño, Pemkot Manado Tetapkan Status Tanggap Darurat hingga 21 Oktober

Unknown's avatar
banner 120x600

SULUTNEWSTV.com, MANADO – Pemerintah Kota (Pemkot) Manado mengambil langkah antisipasi menghadapi dampak fenomena El Niño yang memicu musim kemarau berkepanjangan. Salah satunya melalui penetapan status tanggap darurat bencana cuaca ekstrem dan musim kemarau.

Wakil Wali Kota Manado, dr Richard Sualang, mengatakan keputusan tersebut telah dipersiapkan setelah pemerintah menerima informasi dan peringatan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengenai potensi kemarau berkepanjangan.

Menurut Sualang, pemerintah daerah perlu bergerak cepat untuk mengantisipasi dampak kondisi cuaca tersebut, termasuk menyiapkan landasan administratif sebagai dasar penanganan kedaruratan.

“Pemerintah Kota Manado sebenarnya sudah mengambil ancang-ancang untuk menetapkan tanggap darurat ini sebelumnya, setelah ada penyampaian dari BMKG,” ujar Sualang, saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu(14/10/2026).

Ia menjelaskan, penetapan status tanggap darurat juga telah ditandatangani Wali Kota Manado sebagai bagian dari pemenuhan prosedur administrasi pemerintahan.

“Secara administrasi harus ada dokumennya, dan ini sudah ditandatangani oleh Bapak Wali Kota,” katanya.

Berdasarkan informasi yang dipublikasikan Pemkot Manado, status tanggap darurat bencana cuaca ekstrem dan musim kemarau ditetapkan selama 14 hari kalender, terhitung sejak 8 hingga 21 Oktober 2026.

Kebijakan tersebut menjadi dasar bagi pemerintah daerah dalam melakukan penanganan darurat terhadap potensi bencana akibat cuaca ekstrem dan musim kemarau.

Sebelumnya, BMKG melalui siaran pers pada 22 September 2026 menyampaikan bahwa fenomena El Niño dengan intensitas sangat kuat, yang terjadi bersamaan dengan Indian Ocean Dipole (IOD), berpotensi memperpanjang periode kekeringan di sebagian besar wilayah Indonesia. Kondisi tersebut juga menyebabkan awal musim hujan 2026/2027 diprediksi mundur di 529 Zona Musim atau sekitar 61,08 persen wilayah Indonesia.

BMKG memperkirakan sebagian besar wilayah Indonesia baru mulai memasuki musim hujan pada November hingga Desember 2026, meskipun waktu kedatangannya berbeda-beda di setiap daerah.

Kondisi ini menjadi perhatian pemerintah daerah untuk mengantisipasi dampak kemarau, terutama terkait ketersediaan air bersih dan kebutuhan dasar masyarakat.

Pemkot Manado pun secara bertahap memastikan langkah penanganan berjalan sesuai kebutuhan di lapangan agar masyarakat yang terdampak kekeringan memperoleh dukungan yang diperlukan.(*/gabby)

Leave a Reply

Discover more from www.sulutnewstv.com

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading