SULUTNEWSTV.com, MANADO – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulawesi Utara kembali memperkuat dukungan terhadap pengembangan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) melalui penyelenggaraan Urban Digifest x Sulut Coffee Fest 2026.
Mengusung tema “Rupa Rasa Kawanua: Meracik Tradisi, Menyeduh Inovasi”, kegiatan yang resmi memasuki tahap soft opening di Manado, 12 Agustus 2026, tersebut menghadirkan lebih dari 200 UMKM yang menampilkan beragam produk unggulan Sulawesi Utara.
Kepala Perwakilan BI Provinsi Sulawesi Utara, Joko Supratikto, mengatakan Urban Digifest tidak hanya diarahkan sebagai ajang promosi dan penjualan produk UMKM, tetapi menjadi ruang bagi pelaku usaha untuk belajar, berkolaborasi, memperoleh akses pembiayaan, memperluas pasar hingga melakukan transformasi digital.
“Urban Digifest tidak hanya menjadi tempat untuk showcasing dan berjualan, tetapi juga ruang untuk belajar, berkolaborasi, memperoleh pembiayaan, memperluas pasar, dan bertransformasi secara digital,” kata Joko.
Menurutnya, pengembangan UMKM perlu tetap berpijak pada kekayaan budaya dan potensi lokal Sulawesi Utara. Konsep “Rupa” menggambarkan kekayaan karya dan kreativitas, sementara “Rasa” merepresentasikan kuliner serta komoditas unggulan Kawanua.
Hal tersebut diwujudkan melalui berbagai area, di antaranya Wale Rupa yang menampilkan wastra, fashion dan kriya, Wale Rasa untuk makanan, minuman dan produk siap santap, serta area tenant kopi.
Joko menambahkan, perhatian khusus juga diberikan terhadap komoditas kopi karena memiliki ekosistem ekonomi yang luas, mulai dari petani, pengolah, roastery, barista, coffee shop hingga sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
“Potensi inilah yang akan kita dorong agar mampu menciptakan wirausaha baru, meningkatkan nilai tambah produk lokal, dan memperkuat kemandirian ekonomi pelaku usaha Sulawesi Utara,” ujarnya.
Selain mengangkat potensi ekonomi, Urban Digifest 2026 juga mendorong pelestarian tradisi melalui pengembangan wastra Sulawesi Utara, modest fashion, kegiatan membatik bersama Dekranasda, pengembangan kuliner dan komoditas lokal, serta video storytelling desa wisata.
Joko menegaskan, tradisi dan kearifan lokal tidak boleh hanya dipandang sebagai warisan masa lalu, tetapi harus mampu menjadi sumber inspirasi, peluang usaha dan identitas produk yang memiliki daya saing.
“Dengan kolaborasi antara Pemerintah Daerah, Bank Indonesia, Dekranasda, perbankan, komunitas, akademisi, dan dunia usaha, kita berharap kekayaan tradisi Kawanua dapat terus tumbuh dan memperoleh tempat yang semakin luas, baik di pasar nasional maupun global,” katanya.
Di sisi digitalisasi, BI Sulut turut memperkuat akseptasi pembayaran digital melalui QRIS yang menjadi media transaksi utama selama pelaksanaan Urban Digifest 2026.
Joko mengatakan, digitalisasi pembayaran diharapkan memberikan pengalaman transaksi yang CEMUMUAH—Cepat, Mudah, Murah, Aman, dan Handal, sekaligus membantu UMKM memperluas pasar dan mengembangkan usaha.
Urban Digifest 2026 ditargetkan dapat menarik lebih dari 60 ribu pengunjung, melibatkan lebih dari 200 UMKM, mencatat transaksi lebih dari Rp6 miliar, serta mendorong realisasi pembiayaan UMKM lebih dari Rp3 miliar.
Namun, Joko menekankan keberhasilan kegiatan tersebut tidak semata-mata diukur dari capaian angka. “Yang jauh lebih penting adalah bagaimana Urban Digifest mampu menghasilkan multiplier effect yang berkelanjutan bagi UMKM dan perekonomian Sulawesi Utara,” tegasnya.
Rangkaian kegiatan juga diisi dengan talkshow, workshop, business matching pembiayaan UMKM, promosi perdagangan dan ekspor, serta pengembangan keterampilan kopi. Langkah ini diharapkan dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi pelaku UMKM setelah kegiatan berakhir.
Melalui Urban Digifest x Sulut Coffee Fest 2026, BI Sulut menargetkan program pengembangan UMKM tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi menghasilkan outcome yang nyata, terukur dan berdampak bagi pelaku usaha maupun perekonomian daerah.
Joko mengajak masyarakat untuk turut mendukung produk lokal dengan menikmati kopi dan kuliner Kawanua, menggunakan serta membanggakan wastra Sulawesi Utara, dan melakukan transaksi menggunakan QRIS.
“Setiap produk lokal yang kita beli, setiap karya lokal yang kita banggakan, dan setiap UMKM yang kita dukung adalah bagian dari upaya kita untuk membangun ekonomi Sulawesi Utara,” pungkasnya.(*/gabby)



















