Manado  

6.000 Anak Terhenti Sekolah di Manado, Pemkot Bergerak Lewat GEMA MAKASE

Unknown's avatar
banner 120x600

SULUTNEWSTV.com, MANADO – Sekitar 6.000 anak di Kota Manado tercatat terhenti pendidikannya. Pemerintah Kota (Pemkot) Manado kini bergerak untuk mengembalikan mereka ke bangku sekolah melalui Gerakan Masyarakat Manado Kembalikan Anak Bersekolah (GEMA MAKASE).

Gerakan tersebut resmi diluncurkan Pemkot Manado melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Manado di Gedung Serbaguna Kantor Wali Kota Manado, Kamis (1/10/2026).

Wakil Wali Kota Manado dr Richard Sualang yang meresmikan peluncuran tersebut menegaskan, persoalan anak yang terhenti pendidikannya membutuhkan tindak lanjut nyata dan tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial.

Richard mengungkapkan, data sekitar 6.000 anak tersebut telah divalidasi dan dilengkapi nama serta alamat, bahkan telah dipetakan berdasarkan kecamatan dan kelurahan. “Data ini sudah valid dan akurat, lengkap dengan nama dan alamat, serta sudah dipetakan berdasarkan kecamatan dan kelurahan,” ujar Richard.

Karena itu, Pemkot Manado telah menyiapkan Sistem Informasi Manado Kembalikan Anak Bersekolah (SIMAKASE) sebagai instrumen pendukung untuk menangani dan memantau anak-anak yang tidak atau belum bersekolah.

“Kita sudah siapkan aplikasi penanganan dan mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk DPRD, akademisi, tokoh agama, dan pemerhati pendidikan untuk bersama-sama mengentaskan masalah ini,” katanya.

Menurut Richard, persoalan tersebut menjadi pekerjaan bersama karena pendidikan merupakan salah satu bagian penting dalam pembangunan sumber daya manusia. Apalagi, Manado saat ini memiliki Indeks Pembangunan Manusia (IPM) 82,40 yang berada dalam kategori sangat tinggi. Salah satu indikatornya berkaitan dengan pendidikan, termasuk harapan lama sekolah.

Namun, capaian tersebut perlu diikuti dengan memastikan anak-anak di lapangan benar-benar mendapatkan hak pendidikan. “Jangan sampai kita memiliki IPM yang tinggi, tetapi masih ada anak-anak kita yang tidak bersekolah. Karena itu, ini menjadi tanggung jawab kita bersama,” tegasnya.

Richard pun meminta kepala sekolah, lurah dan ketua lingkungan untuk berperan aktif memastikan setiap anak yang berhasil dikembalikan ke sekolah dapat diterima dan memperoleh pendampingan.

Termasuk, membantu mengatasi kebutuhan anak yang menjadi kendala untuk kembali bersekolah, seperti seragam dan perlengkapan pendidikan lainnya.

Sekretaris Dinas Dikbud Manado Lidwine Tombuku SSTP mengatakan, GEMA MAKASE dibangun atas kesadaran bahwa pendidikan merupakan hak dasar setiap anak dan menjadi tanggung jawab bersama pemerintah, keluarga, satuan pendidikan serta masyarakat.

Ia menjelaskan, masih terdapat anak yang tidak atau belum bersekolah, berhenti sekolah, maupun berisiko tidak melanjutkan pendidikan akibat faktor sosial, ekonomi dan akses terhadap layanan pendidikan.

“GEMA MAKASE bertujuan untuk mengajak seluruh masyarakat untuk peduli, menemukan, mendampingi, dan mengembalikan anak yang tidak bersekolah agar kembali memperoleh hak atas pendidikan. Gerakan ini didukung oleh Sistem Informasi Manado Kembalikan Anak Bersekolah atau SIMAKASE,” jelas Lidwine.

Karena itu, penanganan anak tidak bersekolah tidak hanya menjadi tugas Dinas Pendidikan. Kecamatan, kelurahan, tokoh agama, tokoh masyarakat, dunia usaha, komunitas hingga masyarakat umum didorong mengambil bagian dalam gerakan tersebut.

GEMA MAKASE juga diarahkan untuk membangun sistem pendampingan dari tingkat wilayah hingga satuan pendidikan, sehingga anak yang ditemukan tidak bersekolah bukan hanya didata, tetapi juga didampingi agar dapat kembali dan bertahan dalam pendidikan.

“Yang kita harapkan adalah terbangunnya pemahaman dan komitmen bersama, terjalinnya kolaborasi lintas sektor, dan terwujudnya Kota Manado yang inklusif di mana setiap anak memperoleh kesempatan untuk bersekolah,” ujar Lidwine.

Peluncuran GEMA MAKASE kemudian ditandai dengan penandatanganan komitmen bersama oleh para pemangku kepentingan yang hadir. Kegiatan tersebut turut dihadiri Asisten I Julises Oelers, Kepala Dinas Dikbud Manado Peter Karl Bart AAsa ST MSc, Ketua Komisi 4 DPRD Kota Manado Jimi Gosal SH MH, kepala perangkat daerah, camat, lurah, ketua lingkungan, LPM kelurahan, kepala SD, SMP dan TK Negeri, perwakilan media, tokoh agama, akademisi serta perwakilan Yayasan Geo Lelaki Peduli Giovanni Agus.

Melalui GEMA MAKASE, Pemkot Manado menargetkan persoalan anak yang terhenti pendidikannya dapat ditangani secara lebih terarah melalui kolaborasi seluruh elemen masyarakat, sebagai bagian dari upaya memastikan setiap anak mendapatkan hak pendidikan dan menyiapkan generasi menuju Indonesia Emas 2045.(*/gabby)

Leave a Reply

Discover more from www.sulutnewstv.com

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading