Bulog Salurkan Jagung Rp5.000 per Kg, Peternak Ayam Petelur Sulutgo Dapat Kuota 1.800 Ton

Unknown's avatar
banner 120x600

SULUTNEWSTV.com, MANADO – Perum Bulog Kantor Wilayah Sulawesi Utara dan Gorontalo (Sulutgo) mulai menyalurkan jagung untuk kebutuhan pakan ayam ras petelur dengan harga Rp5.000 per kilogram, Senin (19/10/2026). Pada penyaluran perdana melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) Jagung tersebut, sebanyak 18 ton jagung dialokasikan untuk peternak di wilayah Manado, Minahasa hingga Kotamobagu.

Pemimpin Wilayah Perum Bulog Sulutgo, Dody Syahriap, mengatakan penyaluran tahap awal ini merupakan bagian dari kebijakan SK3 Tahun 2026 yang dilaksanakan secara nasional. Total kuota jagung yang disiapkan untuk wilayah Sulutgo mencapai sekitar 1.800 ton.

“Hari ini kita menyalurkan perdana jagung untuk kebutuhan ayam di Sulawesi Utara dan Gorontalo. Di tahap awal ini kita salurkan kurang lebih 18 ton dari total pagu sekitar 1.800 ton,” ujar Dody kepada media.

Penyaluran ini diharapkan dapat membantu peternak menekan biaya produksi, terutama di tengah tingginya harga jagung di pasaran. Kegiatan tersebut dilakukan bersama Asosiasi Peternak Petelur Ayam (Pinsar) dan Dinas Pertanian dan Peternakan Sulawesi Utara.

Dody menjelaskan, pada pelaksanaan SK1 dan SK2 Tahun 2026, Bulog Sulutgo telah menyalurkan sekitar 2.100 ton jagung. Sementara itu, total penyerapan jagung hasil panen lokal di wilayah tersebut telah mencapai 5.200 ton, terutama dari sentra produksi Bolaang Mongondow. Menurutnya, pemenuhan kebutuhan peternak lokal tetap menjadi prioritas sebelum kelebihan stok disalurkan ke daerah lain.

“Sulutgo ini daerah produsen. Kebutuhan lokal tetap kita utamakan dan penuhi dulu. Setelah itu, kelebihan stoknya kita geser untuk membantu peternak di Jawa yang konsumsi jagungnya sangat tinggi,” katanya.

Ketua Pinsar Sulutgo, Jan Tambajong, menyambut positif kebijakan tersebut. Ia menilai harga jagung Rp5.000 per kilogram sangat membantu keberlangsungan usaha peternak ayam ras petelur, khususnya ketika harga komoditas di pasar mengalami kenaikan.

“Sangat-sangat menggembirakan peternak. Di tengah harga jagung pasar yang melambung, bantuan jagung Bulog seharga Rp5.000/kg ini sangat membantu kelangsungan usaha peternak ayam ras petelur,” kata Jan.

Jan mengungkapkan, kebutuhan jagung untuk pakan ayam di wilayah Sulutgo mencapai sekitar 100 ton setiap hari. Besaran alokasi bantuan dihitung berdasarkan populasi ayam, dengan kebutuhan yang menjadi dasar perhitungan sebesar 1,8 kilogram per ekor setiap bulan.

Kebijakan ini juga memberikan perhatian khusus kepada peternak mikro dengan populasi 1 hingga 12.000 ekor ayam. Kelompok tersebut mendapatkan kuota untuk memenuhi kebutuhan selama tiga bulan.

“Peternak mikro yang paling terbantu. Yang tadinya hanya diusulkan bantuan satu bulan, oleh kebijakan pemerintah dijadikan tiga bulan secara nasional,” ujarnya.

Saat ini, Pinsar Sulutgo menaungi sedikitnya 25 peternak ayam ras petelur yang tersebar di sejumlah daerah di Sulawesi Utara dan Gorontalo. Sementara itu, PIC SPHP Jagung Dinas Pertanian dan Peternakan Sulut, Deisy Rompas, mengatakan program penyediaan jagung dengan harga terjangkau telah berjalan sejak 2018.

Menurutnya, intervensi pemerintah tidak hanya membantu menjaga produktivitas peternakan, tetapi juga berpotensi menjaga stabilitas harga telur di tingkat konsumen.

“Program ini tidak hanya membantu meningkatkan produktivitas telur ayam, tetapi juga berperan penting dalam menjaga stabilitas harga dan meminimalisir potensi inflasi yang dipicu fluktuasi harga telur,” kata Deisy.(*/gabby)

Leave a Reply

Discover more from www.sulutnewstv.com

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading