Artikel

Keane Sualang Beri Pesan Untuk Perempuan-Perempuan, Tepat International Women’s Day

SULUTNEWSTV.com, MANADO – Jaman sekarang ini, peran perempuan sangatlah banyak. Hal ini dikatakan Wanita cantik asal Manado, Keane Sualang.

Anak Sulung dari Wakil Wali Kota Manado dr Richard Sualang dan Sekretaris TP-PKK Kota Manado dr Merry Sualang-Mawardi ini pun memberikan pesan khusus bagi para Perempuan di Hari Perempuan Sedunia atau disebut International Women’s Day, tepat 8 Maret 2022.

“Mulai dari mendidik generasi selanjutnya sampai dengan menjadi role model untuk perempuan lain maupun masyarakat secara umum. Perempuan harus berani berasaing di dalam dunia patriaki ini. Tantangan pada saat ini adalah represntative atau keterwakilan perempuan di dalam masing-masing bidang mereka,” ucap Wakil Bendahara GAMKI Sulut itu.

Keane sapaan akrabnya, menuturkan Tahun ini International women’s day mengangkat tema ‘break the bias’.

“Terlalu banyak bias yang dilontarkan kepada perempuan. Contohnya pekerjaann sebagai seorang pemimpin, perempuan katanya tidak bisa memimpin karena itu pekerjaan laki-laki soalnya perempuan terlalu membawa perasaan atau too emotional,” kata Mahasiswi Fakultas Hukum Universitas Indonesia (UI) itu.

Bahkan, Keane mengatakan sekarang dibutuhkan keterwakilan dari kaum perempuan.

“Sebenarnya masih banyak UU dan hukum indonesia yang bias terhadap perempuan. Hal ini membuktikan bahwa dibutuhkannya keterwakilan perempuan dalam pengambilan keputusan dan pembuatan hukum. Hal ini berkaitan dengan kekerasan seksual,” ucapnya.

“Memang semua orang dapat mengalami kekerasan seksual ini. Tetapi berdasarkan data yang ada mayoritas korban kekerasan seksual adalah perempuan (kekerasan berbasis gender). Di indonesia banyak terjadi kasus kekerasan seksual yang tidak ditindak lanjuti karena belum adanya suatu undang-undang yang mengatur tentang hal tersebut. Sehingga timbulnya urgensi untuk disahkannya RUU TPKS,” ungkapnya.

Ketua Harian Pemuda Cinta Kerukunan Manado tersebut, menyesalkan atas stigma tidak baik kepada perempuan khususnya korban kekerasan.

“Tidak hanya itu juga stigma masyarakat terhadap korban kekerasan perempuan masih buruk. Masih banyak yang menyalahkan korban. Contohnya ‘yah dia kua pe ba pake bagitu so itu orng perkosa noh’ atau ‘cewe do ee pulang malam-malam’ dan masih banyak lagi. Tidak usah melihat jauh-jauh, di Manado saja masih banyak kekerasan seksual yang terjadi. Yah mudah-mudahan dengan semakin banyak awareness mengenai hak-hak perempuan, Indonesia dapat menghargai seutuhnya hak-hak perempuan,” tandasnya.(*/gabby)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s