SULUTNEWSTV.com, PALU – Kota Palu mulai tancap gas memasuki era kendaraan listrik. PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, dan Gorontalo (UID Suluttenggo) memperkuat infrastruktur pengisian daya dengan mengoperasikan 12 titik Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang tersebar di 10 Unit Layanan Pelanggan (ULP) di wilayah kerja PLN UP3 Palu.
Penguatan jaringan tersebut ditandai dengan hadirnya SPKLU Center fast charging di Kantor PLN UP3 Palu, Rabu (27/8/2026). Infrastruktur ini diresmikan langsung General Manager PLN UID Suluttenggo, Usman Bangun, bertepatan dengan momentum menyambut Hari Pelanggan Nasional.
Kehadiran SPKLU Center menjadi bagian dari langkah PLN menjawab kebutuhan masyarakat seiring meningkatnya minat terhadap kendaraan listrik berbasis baterai. Infrastruktur pengisian daya dinilai menjadi salah satu faktor penting untuk membangun kepercayaan masyarakat agar tidak ragu beralih dari kendaraan berbahan bakar fosil ke kendaraan listrik.
SPKLU Center PLN UP3 Palu dilengkapi fast charging DC berkapasitas 90 kW dengan konektor CCS 2. Fasilitas tersebut melengkapi charger AC Type 2 berkapasitas 22 kW yang sebelumnya telah tersedia.
Dengan dukungan fast charging tersebut, pengguna kendaraan listrik memiliki pilihan pengisian daya yang lebih cepat sekaligus praktis saat berada di pusat Kota Palu. “Penambahan SPKLU Center di Kota Palu ini merupakan wujud nyata komitmen PLN dalam menghadirkan infrastruktur pendukung ekosistem kendaraan listrik yang andal dan mudah dijangkau. Kami ingin memastikan masyarakat Kota Palu dan sekitarnya semakin yakin, nyaman, dan tidak ragu beralih ke kendaraan listrik karena kesiapan fasilitas pengisian daya yang terus kami perkuat,” ujar Usman.
Menurutnya, penguatan infrastruktur tidak hanya menyangkut penambahan titik pengisian daya, tetapi juga peningkatan kualitas pengalaman pelanggan. Karena itu, SPKLU Center PLN UP3 Palu dilengkapi ruang tunggu atau lounge yang nyaman bagi pengguna selama proses pengisian kendaraan.
“Menyambut Hari Pelanggan Nasional, kami mempersembahkan SPKLU Center ini tidak hanya sebagai tempat pengisian daya, tetapi sebagai pengalaman layanan terpadu,” katanya. Usman menambahkan, keberadaan 12 titik SPKLU yang tersebar di 10 ULP menunjukkan jaringan infrastruktur kendaraan listrik di Palu dan sekitarnya semakin siap mendukung mobilitas masyarakat.
Pengembangan jaringan SPKLU sekaligus menjadi bagian dari agenda PLN mendorong electrifying lifestyle dan mempercepat transisi energi. Kendaraan listrik berbasis baterai tidak menghasilkan emisi gas buang langsung atau zero tailpipe emission, sehingga dinilai dapat mendukung terciptanya sistem transportasi yang lebih bersih.
“Berita baiknya, saat ini telah beroperasi 12 titik SPKLU yang tersebar di 10 Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (ULP) di bawah PLN UP3 Palu. Ketersediaan infrastruktur ini mempertegas bahwa ekosistem kendaraan listrik di Palu dan sekitarnya kini semakin siap dan solid,” ujar Usman.
PLN menilai kesiapan infrastruktur menjadi bagian penting dalam mendukung pencapaian target Net Zero Emissions (NZE) sekaligus mempercepat peralihan penggunaan energi menuju sistem yang lebih bersih dan berkelanjutan.
Untuk memudahkan pengguna kendaraan listrik, PLN juga mengintegrasikan layanan kendaraan listrik melalui aplikasi PLN Mobile. Masyarakat dapat memanfaatkan fitur Electric Vehicle (EV) untuk menemukan lokasi SPKLU terdekat, melakukan transaksi pengisian daya, hingga memantau status pengisian secara real-time.
Dengan semakin luasnya jaringan SPKLU dan hadirnya fasilitas fast charging, Palu kini memiliki infrastruktur yang semakin siap menyambut pertumbuhan kendaraan listrik sekaligus mendorong perubahan pola konsumsi energi masyarakat menuju gaya hidup listrik yang lebih modern, efisien, dan ramah lingkungan.(*/gabby)
















